Pages

Tampilkan postingan dengan label Sumatera Barat. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Sumatera Barat. Tampilkan semua postingan

Jumat, 15 April 2011

Keunikan Angkutan Umum Kota Padang, Sumatera Barat


Latar belakang penulisan artikel kali ini adalah kerinduan penulis akan kampung halaman yang jauh di sana, ya tidak lain dan tidak bukan adalah Ranah Minang alias Sumatera Barat. Lewat tulisan kali ini penulis ingin sedikit berbagi informasi tentang beberapa keunikan yang menjadi ciri khas untuk kota Padang. Kota Padang merupakan ibukota dari propinsi Sumatera Barat memiliki satu keunikan tersendiri yang mungkin hanya dapat dilihat di kota Padang yaitu Angkutan umum yang digunakan. Di Kota Padang  angkutan umum nya yang rame dengan berbagai aksesoris di seluruh body mobilnya..Jangan kaget juga bila naik angkot di Padang, karena disetiap angkot akan terdengar suara musik yang berdentum keras..naik angkot tapi serasa di diskotik...he..he..
Inilah contoh beberapa contoh angkot yang ada di kota Padang:




Share

Masjid-Masjid Tua di Minangkabau dengan Arsitektur Vernakular

1.Masjid Tuo Kayu Jao



Atap masjid ini terbuat dari ijuk, ciri khas atap rumah adat Minang. Tiang penyangga masjid berjumlah 27 buah, melambangkan jumlah suku dan golongan yang ikut mendirikan masjid ini. Selain itu terdapat sebuah mihrab yang masih utuh dan bedug yang diperkirakan berusia sama dengan masjid. Hingga saat ini Masjid Tuo Kayu Jao masih menjadi tempat beribadah warga setempat. Pemerintah Provinsi Sumbar telah menetapkan masjid ini sebagai cagar budaya, bukti sejarah penyebaran agama Islam di Solok.
Share

“MANDE RUBIAH” DI LUNANG SILAUT (PESSEL) HUBUNGANNYA DENGAN BUNDO KANDUANG DI KERAJAAN PAGARUYUNG

Nama Mande Rubiah dan Bundo kanduang menjadi panutan bagi sebagian besar masyarakat Minang, mande Rubiah atau Bundo Kanduang menjadi teladan dalam bersikap dan bertingkah laku dalam kehidupan sehari-hari. Istilah mande berasal dari sebuah profil seorang ibu yang ramah, pengasih, penyayang (sifat rabb yang menjadi rububiyah). 

Mande Rubiah dan Bundo Kanduang sebenarnya adalah dua nama untuk satu orang. Bundo Kanduang adalah nama ketika berada di Pagaruyung, sedangkan Mande Rubiah merupakan nama setelah kembali kekampung asal, yaitu Lunang (hulu Indopuro). Maka perlu kita meninjau kembali kutipan dari Teks Hikayat Tuanku Nan Muda Pagaruyung, yang dikenal dengan kaba Cindua Mato, sebuah cerita klasik bernuansa sejarah kerajaan Pagaruyung di dalam Alam Minangkabau beberapa abad yang lalu.
Share
 
Powered by Blogger